Ziarah Aqso › Blog › Petra: Kota Batu Merah Warisan Nabatean di Yordania
Destinasi · 2026-10-22

Petra: Kota Batu Merah Warisan Nabatean di Yordania

Ratusan makam dan kuil dipahat langsung di tebing batu merah — ibukota Kerajaan Nabatean yang kini menjadi Warisan Dunia UNESCO. Sejarah, arsitektur, dan perannya dalam rute ziarah Aqso–Yordan.

Petra: Kota Batu Merah Warisan Nabatean di Yordania

Kota yang Dipahat, Bukan Dibangun

Petra dikenal dalam tradisi Arab dengan nama Raqmu. Kota ini diduduki dan dibangun oleh suku Nabatean — pedagang Arab kuno yang menguasai jalur perdagangan rempah dan kemenyan di gurun — yang menjadikannya ibukota kerajaan mereka sejak sekitar abad ke-4 SM.

Yang membedakan Petra dari kota-kota kuno lainnya: bangunannya tidak disusun dari batu, melainkan dipahat langsung ke dalam tebing batu merah pasir. Al-Khazneh — “The Treasury” — adalah fasad paling terkenal; para arkeolog menduga bangunan itu semula berfungsi sebagai mausoleum, mungkin bagi Raja Aretas IV.

Kejeniusan Air di Tengah Gurun

Untuk bertahan di gurun, Nabatean membangun sistem pengumpulan air hujan yang canggih — terowongan, dam, dan kolam penampung yang memungkinkan kota besar hidup di tengah kering. Sistem ini yang memungkinkan Petra berkembang sebagai pusat perdagangan yang makmur selama berabad-abad.

Dari Nabatean ke Romawi

Pada tahun 106 M, kekaisaran Romawi mencaplok kerajaan Nabatean, dan Petra menjadi ibu kota provinsi Arabia Petraea yang didirikan Kaisar Trajan — sebuah fakta yang tercatat pula dalam sejarah Yordania selatan, termasuk kota Madaba. Setelah jalur perdagangan bergeser dan gempa-gempa besar merusak sistem irigasi, kota ini perlahan ditinggalkan dan terlupakan oleh dunia Barat selama berabad-abad.

Warisan Dunia UNESCO 1985

Petra ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985, dan pada tahun 2007 terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru melalui voting internasional. Hari ini, Petra adalah destinasi wisata paling populer di Yordania dan menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahun.

Kompleks ini membentang sepanjang lebih dari satu kilometer di lembah — dari Al-Khazneh di kaki, melewati Street of Facades dan Theatre, hingga Al-Deir (“The Monastery”) di puncak bukit yang baru tercapai setelah menaiki ratusan anak tangga.

Petra dalam Rute Ziarah Aqso–Yordan

Dalam program tour Aqso–Yordan dan umroh plus Aqso–Yordan, Petra biasanya dikombinasikan dengan Wadi Rum dan Aqaba di selatan, atau dengan Amman dan Jerash di utara. Meski Petra bukan situs ziarah Islam, nilai sejarahnya melengkapi narasi “peradaban di bumi para nabi” yang menjadi benang merah perjalanan ini — dari Nabatean hingga Romawi, dari Byzantium hingga Islam.

Tips Berkunjung

Jalur masuk utama berbentuk sempit bernama “The Siq” dengan tebing setinggi puluhan meter di kedua sisinya — momen paling dramatis adalah saat Al-Khazneh mulai terlihat di ujung celah. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat sinar masih lembut dan antrean belum panjang.

Angka-Angka Petra

Kompleks Petra membentang di lembah seluas sekitar 264 kilometer persegi di selatan Yordania — jaraknya sekitar tiga jam perjalanan darat dari ibukota Amman. Kompleks ini memuat ratusan struktur: makam-makam bertingkat, kuil seperti Qasr al-Bint, teater klasik yang dipahat langsung di lereng batu, hingga kompleks biara Al-Deir (“The Monastery”) yang baru tercapai setelah menaiki ratusan anak tangga.

Kejeniusan Nabatean paling nyata terlihat pada sistem pengairannya — dam, terowongan, dan penampung air yang memungkinkan kota besar bertahan di tengah gurun selama berabad-abad. Sistem inilah yang akhirnya rusak oleh gempa dan menyebabkan kota perlahan ditinggalkan.

Sumber & Rujukan

Wikipedia — PetraUNESCO WHC — Petra (ref. 326)Wikipedia — Nabataean Kingdom

Ikuti Jejaknya Secara Langsung

Program ziarah Aqso dan umroh plus Aqso dari Panorama Nur Mecca membawa Anda menapaki tempat-tempat yang dibahas dalam artikel ini — dengan pemandu berpengalaman.

Tanya Paket via WhatsApp Lihat Semua Paket

Artikel Terkait