Ziarah Aqso › Blog › Nabi Dawud & Nabi Sulaiman AS dan Bait Suci Pertama di Bukit Bait Suci
Kisah Nabi · 2026-10-22

Nabi Dawud & Nabi Sulaiman AS dan Bait Suci Pertama di Bukit Bait Suci

Menurut tradisi, dua nabi inilah yang merancang dan membangun Bait Suci pertama di atas bukit yang kini menampung Masjidil Aqso — akar sejarah paling dalam dari kompleks paling suci ketiga dalam Islam.

Nabi Dawud & Nabi Sulaiman AS dan Bait Suci Pertama di Bukit Bait Suci

Bait Suci: Sebuah Nama yang Menembus Zaman

Kompleks Masjidil Aqso berdiri di atas bukit yang dikenal dalam tradisi Yahudi dan Kristen sebagai Bukit Bait Suci (Temple Mount) — lokasi Bait Suci pertama dan kedua yang dibangun para raja Israel kuno. Bagi umat Islam, nama “Baitul Maqdis” dan “Masjidil Aqso” merujuk kepada kompleks yang sama yang diberkati dalam QS Al-Isra.

Nabi Dawud: Rencana dan Nubuat

Menurut tradisi Alkitab, Nabi Dawud AS — raja dan nabi Israel — merencanakan pembangunan rumah bagi Allah tetapi tidak mewujudkannya sendiri. Dalam tradisi itu, tugas itu justru diwariskan kepada putranya. Nabi Dawud dikenal sebagai pemimpin yang adil, penyair mazmur, dan penegak keadilan di Baitul Maqdis.

Nabi Sulaiman: Sang Pembangun

Nabi Sulaiman AS — putra Nabi Dawud — menurut tradisi inilah yang mewujudkan pembangunan Bait Suci pertama, sebuah bangunan agung yang menjadi pusat ibadah monotheistik selama berabad-abad. Legenda pembangunannya — beserta para jin yang membantu dan hikmah pemerintahannya — menjadi salah satu kisah paling dikenal dalam tradisi Islam maupun Yahudi.

Para arkeolog menempatkan pembangunan Bait Suci pertama pada milenium pertama SM, sementara Bait Suci kedua dibangun ulang setelah pembuangan Babilon, lalu diperluas secara megah oleh Herod Agung menjelang masa kelahiran Nabi Isa AS.

Dari Bait Suci ke Kubah Shakhrah

Menurut catatan sejarah, Bait Suci kedua dihancurkan Kekaisaran Romawi pada tahun 70 M — sebuah peristiwa yang mengubah wajah kota selamanya. Berabad kemudian, pada 691–692 M, Khalifah Umayyad Abd al-Malik membangun Kubah Shakhrah tepat di atas Batu Fondasi — batu yang menjadi poros kesakralan bukit itu dalam ketiga agama.

Dengan demikian, kompleks ini menyimpan lapisan sejarah bertumpuk: tradisi Bait Suci para nabi, peninggalan Romawi, lalu mahakarya Islam awal yang masih berdiri hingga hari ini.

Batu Fondasi dan Tradisi Pengorbanan

Batu Fondasi (Ash-Shakhrah / Foundation Stone) adalah titik paling sakral dalam kompleks. Dalam tradisi Islam, bukit ini terkait dengan peristiwa pengorbanan — tradisi Islam menisbatkan kepada Nabi Ismail AS, sementara tradisi Yahudi dan Kristen menisbatkan kepada Nabi Ishaq AS. Kedua tradisi itu menghormati bukit yang sama — sebuah fakta yang menunjukkan betapa dalam akar berbagi sejarah tempat ini.

Menyusuri Lapisan Sejarah

Bagi jamaah ziarah, memahami lapisan sejarah ini membuat kunjungan ke Masjidil Aqso terasa berbeda: bukan sekadar mengunjungi masjid, melainkan menapaki tempat yang menyimpan jejak Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, para raja, kaisar, khalifah, dan sultan — dalam satu kompleks yang sama.

Nama Al-Quds dan Inskripsi Kubah

Nama Arab kota ini — Al-Quds, “yang suci” — mencerminkan statusnya yang dihormati lintas agama. Kubah Shakhrah sendiri memuat inskripsi dalam kaligrafi Arab yang secara tegas menyebut nama Nabi Muhammad SAW dan menegaskan tauhid — menjadikannya monumen dengan inskripsi Islam tertua yang masih terbaca hingga hari ini.

Kompleks ini menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO Kota Tua Yerusalem — sertifikasi internasional yang mengakui nilai universal dari situs bertaraf paling sakral dalam sejarah peradaban manusia ini.

Sumber & Rujukan

Wikipedia — Dome of the RockWikipedia — Temple MountWikipedia — Masjidilaqsa (ID)

Ikuti Jejaknya Secara Langsung

Program ziarah Aqso dan umroh plus Aqso dari Panorama Nur Mecca membawa Anda menapaki tempat-tempat yang dibahas dalam artikel ini — dengan pemandu berpengalaman.

Tanya Paket via WhatsApp Lihat Semua Paket

Artikel Terkait